Apel Pagi BBPVP Bandung Bahas Pedoman Penentuan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Kesiapan Pelaksanaan PBK Tahap 3

20 July 2026
Admin Admin
Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung melaksanakan apel pagi pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ari Kustiandi Ariffien, S.T., M.Si., selaku Subkoordinator Bidang Tata Kelola Inovasi (Talanov) BBPVP Bandung, serta diikuti oleh seluruh pegawai sebagai sarana koordinasi dan penyampaian informasi terkait pelaksanaan program kerja.
Dalam arahannya, Ari Kustiandi Ariffien, S.T., M.Si. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel yang telah hadir tepat waktu. Menurutnya, kedisiplinan dalam mengikuti apel pagi merupakan salah satu bentuk komitmen dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan informasi mengenai Keputusan Direktur Jenderal Nomor KEPDIRJEN/3370/HK.05/VI/2026 tentang Pedoman Penentuan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Pedoman tersebut menjadi acuan dalam penyusunan dan penetapan program pelatihan agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat penyempurnaan dalam mekanisme penyusunan program pelatihan, khususnya terkait Training Needs Analysis (TNA). Setiap usulan program pelatihan wajib dilengkapi dengan dokumen TNA sebagai dasar penetapan kebutuhan pelatihan. Selain itu, analisis tersebut dapat diperkuat melalui data sekunder maupun dokumen kerja sama, seperti nota kesepahaman (MoU) dengan mitra.
Lebih lanjut disampaikan bahwa penentuan prioritas program pelatihan didasarkan pada pembobotan yang terdiri atas 50 persen hasil Training Needs Analysis (TNA), 40 persen hasil kebekerjaan (employment outcomes), dan 10 persen ketersediaan sarana serta prasarana pelatihan. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan program pelatihan yang lebih tepat sasaran, relevan dengan kebutuhan industri, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Selain membahas kebijakan tersebut, Ari Kustiandi Ariffien, S.T., M.Si. juga menyampaikan bahwa seluruh proses rekrutmen peserta pelatihan telah berlangsung dengan lancar. Hasil rekrutmen menunjukkan bahwa target pembukaan 31 kelas Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap 3 telah berhasil terpenuhi dan siap untuk dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Melalui apel pagi ini, BBPVP Bandung terus memperkuat koordinasi internal, memastikan kesiapan penyelenggaraan program pelatihan, serta meningkatkan kualitas layanan pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan dunia kerja. Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya BBPVP Bandung dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional.